KH. Ahmad Habibullah Zaini Wafat Kabar Duka Bagi Warga Nahdliyin.

NAHDLIYINPOS.COM - Kabar duka kembali menyelimuti warga nahdliyyin, khususnya keluarga besar Pesantren Lirboyo Kediri. Salah satu pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Habibulloh Zaini Munawwir Lirboyo wafat pada Senin 10 Februari 2020 pukul 23.10 WIB di usia 66 tahun di RS Darmo Surabaya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ..

Kabar ini kami dapat dari akun facebook serambilirboyo yang merupakan akun resmi pon pes lirboyo. tertulis :

Image:fbserambilirboyo.


Telah pulang ke Rahmatulloh Kyai kita Guru kita KH. AHMAD HABIBULLOH ZAINI Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Malam Selasa 16 - Jumadil Akhir -1441 H/Senin 10- Februari- 2020 M

Di RS DARMO SURABAYA

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.
له الفاتحة...

Sholat jenazah Romo Kyai Habibulloh Zaini di Masjid Agung Lawangsongo Lirboyo & Pemakaman Insya Allah Pagi ini Pukul 09:00.WIB di Komplek Makam Keluarga Pondok Pesantren Lirboyo.

BIOGRAFI :

Dilansir dari almunawwir.com Beliau lahir pada bulan Agustus 1954. Putra kedua dari pasangan KH Zaini Munawwir (Krapyak) dan Nyai Qomariyah Abdul Karim (Lirboyo). Kiai Zaini dan Nyai Qomariyyah memiliki 4 putra. Putra pertama wafat saat masih kecil. kemudian putra kedua, almarhum H. Thoha Zaini, (bapak saya). Putra ketiga adalah KH Habibulloh Zaini. Dan putra bungsunya adalah almarhum Hasan Zaini.

Sejak kecil Kiai Habibulloh belajar di bawah pengampuan orang tua dan para gurunya di Pesantren Lirboyo, kediri. Setamat dari Lirboyo, beliau melanjutkan nyantri di Pesantren Tanggir, Tuban. Usai nyantri di Pesantren Tanggir, beliau pulang kembali ke Lirboyo, menikah dan melanjutkan pengabdiannya sebagai dzurriyyah Lirboyo: mengajar dan mengasuh santri.

Kiai Habibulloh Zaini adalah sosok pecinta ilmu yang bersahaja, tekun dan telaten. Pada masa kepengasuhan Kiai Idris Marzuki, Kiai Habibulloh mendapatkan amanah untuk menjadi kepala Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, Pesantren Lirboyo. Dan saat ini beliau adalah salah satu pengasuh Pesantren tsb.

Kiai Habibulloh termasuk sosok yang jarang bepergian. Di waktu sehatnya, aktifitas utamanya adalah mengaji dan mengasuh santri. Karena ndalemnya yang berada tepat di depan Masjid Lawang Songi Lirboyo, maka tiap kali ngimami sholat, beliau cukup ke masjid dengan melawati “bancik” yang menghubungkan ndalem beliau dengan masjid Lawang Songo. (Bancik adalah semacam media seukuruan ubin yang digunakan untuk menghubungkan antar bangunan. Bancik banyak ditemui di Pesantren Lirboyo yang terbukti efektif sebagai media yang menghubungkan antara bangunan di area pesantren yang total luasnya lebih dari 5 hektar itu.)

BERSAHAJA DAN MENCINTAI ILMU

Kiai Habibulloh adalah sosok yang bersahaja dan mencintai ilmu. Kebersahajaan beliau dapat dilihat dari sikap hidupnya sehari-hari. Dari cara berpakaian, cara dahar, cara berkomunikasi dengan orang-orang yang ditemuinya. Beliau juga selalu berhati-hati dalam persoalan fiqh, akhlak dan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesederhanaan dan akhlak beliau sungguh tampak saat berdekatan dengan beliau. Ketawadluan beliau juga akan dapat terlihat dari melihat bagaimana sikap tubuh beliau kala beliau berada satu majelis dengan kiai-kiai yang lain.

Saya teringat saat beliau mengantar saya ke Kajen, ketika saya menikah. Waktu itu, bapak saya sudah wafat. Karena beliau adalah satu-satunya adek kandung bapak saya yang masih ada, maka beliaulah yang membimbing dan masrahke saya ke Kajen. Sikap tawadlu’ beliau terlihat bagaimana pada saat momen makan bersama kiai-kiai yang lain di ndalem Kiai Sahal Mahfudh. Walau di Lirboyo beliau dihormati oleh ribuan santri, tapi ketika berada dalam kesempatan dahar siang di Kajen, Kiai Habibulloh justru berinisiatif mengambilkan nasi (nanduki) kiai-kiai lain yang berusia lebih lanjut.

Tawadlu’ beliau juga sungguh terlihat saat berada dalam majelis ngaji Kamis Legian yang diselenggarakan oleh pengasuh pesantren Lirboyo untuk para alumni pada tahun-tahun terakhir ini. Kala badan dalam kondisi sehat, Kiai Habibulloh, bersama dengan dzurriyyah yang lain selalu tampak ikut mengaji, menyimak dengan takzim pengajian kitab al Hikam Kamis Legi yang diampu KH Anwar Mansur tsb.

Pribadi beliau yang pendiam, akan terlihat berbeda saat “madep dampar” (sebuah istilah yang lazim digunakan di Lirboyo untuk aktifitas mengaji Kitab Kuning untuk para santri). 

إنا لله وإنا إليه راجعون. 
البقاء لله

موت العالم
موت العالم

اللهم أجرنا فى مصيبتنا
واخلف لنا خيرا منها

ولا تحسبن الذين قتلوا فى سبيل الله أمواتا
بل أحياء عند ربهم يرزقون

(Alfin ch).
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url