Seperti yang kita ketahui bersama, perempuan itu mengeluarkan darah ketika haid tidak selalu terus menerus 24 jam non stop, artinya terkadang juga berhenti. Bahkan perempuan juga dikategorikan mengeluarkan darah walaupun darah tidak sampai pada bagian yang wajib dibasuh ketika istinja' yang hal itu bisa diketahui dengan memasukkan semisal kapas.
Dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj hal 372. ada redaksi demikian:
حتفة املحتاج اجلزء األول )ص: 372)
وبمجرد رؤية ادلم لزمن إماكن احليض جيب الزتام أحاكمه، ثم إن انقطع قبل يوم ويللة بان أن ال يشء
فتقيض صالة ذلك الزمن وإال بان أنه حيض، وكذا يف االنقطاع بأن اكنت لو أدخلت القطنة خرجت بيضاء
نقية فيلزمها حينئذ الزتام أحاكم الطهر، ثم إن اعد قبل مخسة عرش كفت وإن انقطع فعلت وهكذا حىت
تميض مخسة عرش فحينئذ ترد لك إىل مردها اآليت فإن لم جتاوزها بان أن الك من ادلم وانلقاء املحتوش
حيض
Dari seklumit ibarot di atas, bisa kita tarik kesimpulan sederhana demikian,
"Perempuan itu ketika pertama melihat darah/di awal bulan haid, wajib melakukan tuntutan-tuntutan haid seperti meninggalkan sholat, puasa dan sebagainya sampai total durasi keluarnya darah mencapai 24 jam. Kemudian setelah mendapat 24 jam baru bisa mengatakan itu benar-benar haid. Setelah itu ketika darahnya berhenti perempuan wajib melakukan tuntutan- tuntutan ketika suci seperti sholat, puasa dan sebagainya. Dan nanti ketika sewaktu-waktu keluar darah lagi ya sama seperti yang awal, menjalani tuntutan haid. Ketika berhenti pun juga sama seperti sebelumnya. Begitu seterusnya sampai 15 hari".
Masalah muncul ketika Mbak Cindy yang statusnya santri baru di sebuah pesantren yang kegiatannya terbilang cukup padat seperti umumnya pesantren salaf. Dia merasa kesulitan ketika harus terus menerus mengecek atau memastikan keluar dan tidaknya darah ketika dia mengalami haid. Dia juga merasa kesulitan untuk bisa memastikan durasi darah yang keluar itu. Dia juga masih bingung sebenarnya tiap sehari itu dia diharuskan mengecek berapa kali. Apakah setiap bangun tidur ataukah berapa jam sekali.
PERTANYAAN :
A . Apakah wanita haid wajib mengecek keluar dan berhentinya darah?
JAWABAN :
Diwajibkan jika dalam rangka memastikan sucinya wanita dari haid untuk hal-hal yang dibutuhkan seperti sholat, baca al-Quran, jima’ dan lain-lain.
Adapun cara memastikannya adalah dengan cara memasukkan semacam
kapas pada vagina wanita.
Catatan:
menurut Madzhab Maliki seorang perempuan harus mengecek keluar dan
berhentinya darah setiap menjelang tidur dan ketika masuk waktu sholat sampai tersisa waktu yang cukup digunakan sholat dan bersuci.
REFERENSI :
1. Fatawi Ibnu Hajar Syarwani , Juz 1 hal. 76-77
2. AI- Fiqh aL- Islami, Juz 1 Hal 461.
3. Asna al- Mathalib, Juz 1 hal. 112.
4. Al- Mushtasfa, Hal 59.
5. Dan lain-lain.
PERTANYAAN :
B . Jika ada, sebatas mana kewajiban itu?
JAWABAN :
Ketika akan melakukan ibadah yang membutuhkan suci dari haid.
REFERENSI ; idem.
MUSHAHIH :
1. KH. Athoillah S. Anwar
2. KH. Azizi Hasbullah
3. KH. Syaifuddin Zuhri
4. K. Anang Darunnajah
5. K . Ahmad Fauzi Hamzah
6. KH. Munir Akromin
7. KH. Bahrul Huda
PERUMUS :
1. Agus Aminullah Mahin
2. Ust. Hizbullah Al Haq
3. Ust. Kholid Afandi
4. Agus Hamim Hr
5. Ust. M. Zainul Millah
6. Ust. Abu Syamsuddin
MODERATOR :
Ustadzah Nurul Faizah
NOTULEN :
Ustadzah
Dina Khuliada
DOWNLOAD : MENGECEK KELUAR DAN BERHENTINYA DARAH HAID.
SUMBER : KOMISI A Hasil Keputusan Bahtsul Masa’il XXIV (FMP3) Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur Di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur 64117 26-27 Jumadal Ula 1441 H./ 22-23 Januari 2020 M.
