Kue Islam Nusantara | Hasil FMPP.

NAHDLIYINPOS.COM - Deskripsi Masalah : Sebagai bagian dari keluarga besar kaum muslimin, Islam di Indonesia memiliki nuansa khusus yang menjadikannya khas dan unik. Aneka ragam budaya leluhur yang berkembang pra-Islam dengan mudah terhegemoni dan terwarnai dengan Islam sehingga menghasilkan adonan Islam bercitarasa Indonesia dengan chef ala Wali Songo.
   Namun, kelegitan rasa tadi sedikit terkontaminasi dengan kehadiran chef tak diundang yang merusak cita rasa khas Islam Indonesia tersebut. Beberapa orang melontarkan pernyataan bahwa aneka ragam tradisi sebenarnya bukanlah murni kreasi Nusantara namun justru berasal dari agama lain.
   Dari sinilah muncul banyak justifikasi hukum, ada yang melegalkan dan ada yang mengharamkan secara mutlak dengan dalih bersumber dari agama lain atau menyerupai agama lain. Bila ritual mitoni dan nyadran mengalami nasib yang lumayan beruntung dengan diterima dalam tradisi muslim Indonesia, tak demikian halnya senam Yoga. Barang satu ini yang sebenarnya sedang digandrungi berbagai kalangan sebagai olahraga lahir batin untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani ,justru bernasib malang dengan mendapat stempel "HAROM" karena di anggap bagian dari ritual ibadah agama lain. Padahal bagi para Yogi, sama sekali tak ada niatan untuk menyerupai agama lain atau bahkan sama sekali tidak peduli dengan hal itu. Atau pada kasus pengucapan selamat natal,hal ini tetap mendapat sertifikat"HAROM" karena di anggap menyerupai atau ekspresi respek pada agama lain.
   Mungkin saja akan menjadi berbeda ketika senam Yoga diisi dengan hal-hal Islami seperti Dzikir atau iringan murottal Al-Quran, perayaan natal dibarengi dengan Istighosah Kubro atau pembacaan sejarah Nabi Isa AS dengan memperbanyak membaca Surat Maryam dan al Maidah.

Aneka macam tradisi :
1. Tradisi yang memang merupakan sebuah ritual berasal dari agama lain. Seperti sadranan, mitung dino kematian, neloni, ngapati dan mitoni yang secara jelas tercantum dalam Kitab Suci agama Hindu.
2. Tradisi yang bukan merupakan sebuah ritual, akan tetapi berasal dari sejarah orang-orang besar agama lain. Seperti Valentine Day adalah peringatan hari bersejarah seorang Santo (orang suci) yang menentang ajaran Katolik demi kesucian cinta. Ataupun perayaan Gong Xi Fa Chai yang identik dengan ajaran Kong Fu Tse meski sebenarnya telah tercampur ajaran Hindu dan Budha.
3. Tradisi yang bukan merupakan sebuah ritual, tetapi hanya menjadi ciri khas agama lain. Seperti menyanyikan lagu bernada Seriosa atau Gothic.

Pola akulturasi :
1. Menghapus atau mengganti mantra yang berakibat fatal pada akidah atau keimanan dalam ritus- ritus tertentu. Seperti Yoga, semedi, seni olah pernafasan dalam pencak silat dan lain-lain.
2. Merubah waktu dan tempat ritual. Seperti sadranan yang pada era Hindu-Budha jatuh pada tanggal 17 bulan ruwah [sya'ban] kemudian di ajukan pada tanggal 15 karena bertepatan dengan nisfu sya'ban. Atau acara kenduren (slametan masal), sedekah bumi yang biasanya diadakan di Punden dan balai desa kemudian dipindah ke Masjid atau Surau.
3. Merubah mantra-mantra kuno yang dijadikan aji-aji dengan penambahan kalimat tauhid atau dengan mengganti nama jin dengan asma' mu'adom.
4.Penambahan atau pengurangan ritual.seperti puasa 'asuro yang merupakan hari besar umat Yahudi ditambahi dengan satu hari sebelumnya yaitu tasu'a dan yang asalnya di peringati dengan berfoya-foya dirubah menjadi puasa.
5. Membangun masjid dengan bentuk mirip pura, candi, klenteng, atau lainnya dengan menambahkan ornamen-ornamen Islam seperti yang terdapat pada masjid menara kudus, masjid ceng ho, dll.


Image:ltnnujabar.or.id.
PERTANYAAN :

A . Sebenarnya bidang apa saja yang dapat diakulturasikan untuk dihilangkan nuansa tasyabbuh- nya? Seberapa dosis warna yang bisa dicampurkan adonan akulturasi agar hal-hal yang sebenarnya identik dengan agama lain bisa hilang nuansa tasyabuhnya?

JAWABAN :

A . Segala bidang baik ibadah maupun kebiasaan. Sedangkan dosisnya, bila berupa ibadah maka dengan adanya pelegalan syara' semisal asuro' dan puasa hari . Dan bila berupa kebiasaan, maka bisa diberi kekhususan-kekhususan orang Islam yang bisa menjadikan kebiasaan tersebut sudah tidak menjadi ciri khas non-Muslim atau hal yang sudah menjadi kebiasaan non- Muslim.

 REFERENSI :

1. Faidul Qodir Juz 6 hal.135
2. Fatawa Izzuddin hal.45
3. Mausu’ah Fiqhiyah Juz 1 Hal. 4159
4. Hasyiyah Jamal Juz 2 hal. 332
5. Faidul Qodir Juz 4 Hal. 668
6. Al Adab As Syar’iyah Juz 2 Hal. 114
7. Nihayatuzzein hal. 281
8. Tuhfatul Muhtaj Juz 9 Hal. 431.

 PERTANYAAN :

 B . Apa sikap yang seharusnya diambil bagi orang yang melakukannya karena berpandangan bahwa hal tersebut murni tidak berbau ritual agama setelah mendapat informasi bahwa hal tersebut merupakan bagian dari ritual agama lain.

JAWABAN :

B . Belum terbahas secara sempurna.

DOWNLOAD : KUE ISLAM NUSANTARA .

SUMBER :HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL FMPP SE-JAWA MADURA XXIX Di PP. Nurul Qadim Paiton Probolinggo 23-24 Maret 2016 / 14-15 Jumadil Akhirah 1437 H.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url